Featured

Pos blog pertama

Ini adalah kutipan pos.

Iklan

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini.

pos

Edaran Surat Pertemuan Gubernur Babel yang Membahas Oprasi Kapal Produksi Tambang Laut Membuat Masyarakat Geram

20180526_205152Saat ini Pansus Interpelasi sedang melakukan pengkajian perpanjangan izin KIP di Babel dan keterlambatan penyusunan draf perda zonasi.

Beredarnya surat undangan pertemuan gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman di Kantor PT Timah perwakilan Jakarta, tentang rencana beroperasinya kapal isap produksi (KIP) dan antisipasi demo KIP membuat suasana semakin Panas. “Ketika proses politik pansus interpelasi sedang berjalan dan diantaranya membahas soal perpanjangan KIP dan perda zonasi, gubernur harusnya menghormati proses politik ini untuk tidak melakukan kegiatan yang ada dalam interpelasi,” kata Eka Budiarta, Ketua Pansus Interpelasi DPRD Babel, dikutip dari warta bangka Sabtu (26/5). Data yang dapat kami kumpulkan pada undangan tersebut hanya tertera sekitar 24 nama undangan. Nama yang tercantum ialah SKPD yang ada di Pemprov Babel, PT Timah dan perusahaan timah swasta lainnya.

Dalam undangan tersebut dituliskan “menindaklanjuti hasil rapat 21 Mei 2018 bertempat di ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Bangka Belitung tentang Antisipasi Demonstrasi Kapal Isap (KIP) dan keberadaan Kapal Isap Produksi di wilayah Bangka Belitung akan dilakukan pertemuan lanjutan di Kantor PT Timah Tbk, Perwakilan Jakarta, dengan ini kami mengundang saudara untuk hadir pada hari senin 28 Mei 2018 pukul 14.00 wib sampai selesai,” Eka Budiarta menyampaikan, mestinya pemerintah Bangka Belitung memberikan ruang kepada Pansus DPRD Babel untuk bekerja menganalisa jawaban gubernur Babel.

Setelah pansus interpelasi selesai mengeluarkan rekomendasi barulah pemerintah mengambil langkah dan tindakan selanjutnya. “Hormatilah DPRD yang sedang lakukan kajian materi yang sedang dibahas mereka ini, setelah selesai barulah mengambil tindakan,” kata Eka Budiarta.

Undangan untuk melakukan pertemuan tersebut menurut Eka Budiarta jelas sangat tak menghormati DPRD Bangka Belitung yang sedang bekerja. “Mestinya ketika proses politik berjalan, pansus kerja mencermati soal KIP dan zonasi, gubernur harusnya menahan diri sampai pansus selesai, kalau perlu sampai perda zonasi selesai,” ujarnya

Mengenal Pakaian Ada Khas Belitung

IMG_20180319_085040_489Pakaian Adat Pengantin Perempuan

Pakaian Adat Pengantin Perempuan terdiri dari baju kurung dengan bahan beludru merah yang dilengkapi dengan teretai atau penutup dada serta menggunakan kain tenun yang berasal dari Mentok. Selain itu para Pengantin Perempuan juga menggunakan Hiasan Kepala dan dilengkapi dengan asesoris-asesoris antara lain:
1. Kembang Cempaka
2. Kembang Goyang
3. Daun Bambu
4. Kuntum Cempaka
5. Sepit Udang
6. Pagar Tenggalung
7. Sari Bulan
8. Tutup Sanggul atau Kembang Hong
9. Kalung
10. Anting Panjang
11. Gelang
12. Pending Untuk Pinggang
.
Pakaian Adat Pengantin Pria Untuk Pakaian Adat Pengantin Pria terdiri dari:
1. Jubah Panjang Sebatas Betis
2. Selempang yang dipakai pada bahu sebelah kanan
3. Celana
4. Penutup kepala seperti Sorban (Sungkong )
5. Pending
6. Selop/ Sandal Arab

Picture by ryanbentex